Ramadan kala itu pagi mentari yang cerah memberikan rona-rona kesejukannya, burung berkicau kesana kemari dan angin menghembus dengan sepoi-sepoi. aku melihat sosok bayangan yang ta' mampu di pandang akan sinaran wajahnya anggun mempesona. gadis itu bersinar cerah seperti mentari di pagi hari cahayanya benar-benar mempesona jikalau mentari tidak terbit cukup wajahnya yang menggantikan sinarnya bila rembulan enggan datang di malam hari kelembutan wajahnya sudah cukup tu menyejukkan bumi.
Dia menjadi buah bibir dan penghias mimpiku di malam hari bila aku menatap parasnya seakan-akan jiwaku gelisah akan wajah lembutnya yang akan tetap terkenang dalam qalbuku hingga ajal menjelangku. apalagi sampai menatap pipinya nan seperti rembulan menyinari gurun pasir yang tenggelam akan kegelapan sunyi.
Sejak pertama kali melihat pancaran cahaya keindahannya jiwaku bergetar seperti merasakan bumi akan kiamat hingga ku tertunduk lesu seakan jantung ta' mau denyut lagi. aku ta' pernah melihat keindahan menakjubkan di bumi seperti keindahan cahanya bola matanya. saya benar-benar jatuh cinta akan kecantikannya, sang pujangga tidak akan mampu menyembunyikan hasrat seolah tidak terpengaruh apapun ketika melihat wajah yang berkilau,mata hitam bercahaya dan jernih.
Setelah ku titipkan salamku pada angin yang sepoi-sepoi menghembus disiang hari karena aku yakin angin takkan lari dalam kenyataan,dia akan menepati amanah yang dibebankan atas dirinya. karena ats ketulusan cintnya dia tidak ingin membiarkan kasih sayang begitu saja terdampar ditelan masa.
Rembulan dan mentari akan tersipu malu karena tak sebanding dengan sinar cahaya matanya,bila dia berkedip maka bintang bintang kejora akan menyembunyikan diri,tidak akan tercipta lagi gadis sepertinya,dan aku diciptakan hanya untuknya.kata pujian yang ku ucapkn bagai sebutir pasir digurn sahara tak sebanding dengan kecantikannya. karena segala kata pujian ang dimiliki jin dan manusia tak sebanding dengan pesonanya. dia diberi nikmat dengan segala kebikkan.bila ia hendak berjalan kesebuah bukit maka seakan jalan bukit itulah yang akan mendekat padanya karena sang bukit tak ingin gadis itu dihinggapi kelelahan.
Begitula suratan cinta sang pujangga saat melihat pesona seorang ratu nan cantik rupawan tiada banding. hingga hati dipenuhi hasrat gejolak cinta. bila sang ratu itu air maka aku berhasrat untuk meminumnya,jika sang pujaan adalah udara,maka aku sngat ingin menghirup nya, bila gadis idaman adalah pantai tentu aku ingin berlabuh
Kutergoda akan kecantikan yang dia miliki hingga ku coba tu' terbangkan isi hati yang tersirat dalan qalbu yang telah lama terpendam oleh suratan waktu. karna cintaku tidak ingin tertutp oleh kabut awan yang menyelimuti tubuh hingga terdampar digurun blantara cinta.
Setelah dia baca lautan syair syair kerinduanku dalam sepucuk kertas putih yang polos tak ternoda oleh kata kata kebencian ,hingga dia terhipnotis oleh syair syair pujangga yang dilanda asmara cinta. dia coba tuk kirimkan sebuah jawaban isi hatiku.
Disaat pada pagi hari itu sejuk embun menyelimuti tubuhku burung burung mulai mencari makanan sebagai kerjaan rutinitasnya. Angin mulai menghembuskan kesejukannya dan awan menampakkan kecerahannya seakan hujan tak ingin turun lagi seiring dengan mentari yang memberikan kilauan sinaran cahayanya itulah suratan cuaca mungkin aku akan mendapat sabuah kebahagiaan yang tak pernah ku alami semasa hidupku.
Dikala itu kicaunya burung-burung mengiringi datangnya sepucuk jawaban yang lama merintih dan menunggu akan jawaban kerinduanku. tiba-tiba muncullah seorang diri dihadapan ku dengan menyatakan sebuah kertas putih "dari seseorang"katanya.
Dengan berjuta juta kebahagiaan dalam jiwa saat terbalasnya syair syair cintaku.
Mantap nih...
BalasHapuslanjutkan dong!!!
masa segitu doang???
maklum kawan kan masi tahap pembuatan ...
BalasHapustapi saya juga ni.. harus belajar lagi ni ama antummm heeeeee.e...